Beberapa Alasan Cincin Kawin Di letakkan Di Jari Manis

Cincin Kawin Di letakkan Di Jari Manis-Hidup tanpa cinta ,bagai taman tak berbunga.itulah peribahasa yang sering kita dengar kalau kita berbicara tentang kehidupan manusia .

 
Memang hidup tanpa ada pasangan ,maka hidup seakan tanpa warna ,hidup seakan terombang-ambing  tanpa tujuan .mungkin cukuplah lagunya bang haji rhoma irama yang terkenal yaitu LAGU BUJANGAN ,sebagai gambaran hidup menjomblo ,membujang.nggak ada enaknya bukan hehehe,,,,,!
Oleh sebab itu ,agama sangat menganjurkan kita segera menikah .hidup berpasang-pasangan sebagai suami istri agar hidup menjadi tenteram ,bahagia .
 
Banyak pasangan yang akan menikah ,memiliki cara sendiri sesuai kebudayaan daerahnya masing-masing,dalam meminang pujaan hatinya.dan sebagai simbol jalinan kasih mereka pada umumnya menggunakan cincin sebagai tanda ikatan percintaan mereka,sebelum menikah.
cincin kawin di jari manis
 
SEKARANG?
Yang menjadi pertanyaan adalah ,kenapa ya cincin kawin itu selalu ditaruh di jari manis bukannya dijempol,di jari kelingking ,ataupun jari tengah.
cincin kawin di jari manis
 
Mungkin inilah alasannya?
 
1.Andaikan kelima jari ini diibaratkan :
    jempol      :ibu bapa kita 
    telunjuk    :saudara kita
    tengah       :diri anda sendiri
    kelingking :anak kita 

 

2.buat jari anda seperti berikut diatas,jempol bisa berpisah.
3.selanjutnya,telunjuk bisa berpisah
4.kemudian jari kelingking juga bisa di pisahkan                                  

 

5.tetapi saat jari manis dipisahkan ,antara satu sama lain ,mau dibuat bagaimanapun kedua jari ini tidak bisa dipisahkan.
 
Demikianlah mungkin yang menjadi alasan kenapa cincin selalu ditempatkan di jari manis.kebetulan apa enggak tergantung anda dalam menilainya .karena kedua jari manis itu tidak bisa di pisahkan yang menjadi simbol pasangan kita untuk selalu bersama-sama dalam menjalani hidup.
 
Jika anda menyukai artikel ini ,maka bagikan kepada seseorang yang anda sayangi ,yang anda kasihi ,yang anda cintai,yang akan membawa anda mengharungi bahtera hidup di dunia ini. 
 
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *